Program Studi

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi (STIFI BP) terkonsentrasi pada pendidikan Sarjana (S-1) Farmasi dan Diploma (D3) Farmasi.

Anda dapat melihat informasinya melalui tab di bawah:

Mahasiswa yang telah menyelesaikan program ini diharapkan memiliki:

  1. Kemampuan untuk mengenali, mengamati, melakukan pendekatan, dan pemecahan masalah dalam bidang ilmu kefarmasian.
  2. Pengatahuan yang cukup untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuan inovatif ilmiahnya dalam penelitian.
  3. Dasar yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
  4. Kemampuan mengadakan, mengembangkan, menyediakan, dan mengendalikan mutu sediaan farmasi serta memahami manfaat klinisnya.
  5. Kemampuan menganalisis, memeriksa kemurnian dan menetapkan kadar obat yang digunakan dalam dispensing.
  6. Kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis makanan dan minuman bahan beracun.
  7. Keahlian tentang stabilitas sediaan farmasi dan persyaratan penyimpanannya.
  8. Disamping itu juga memahami cara pemberian, pelepasan zat aktif dari sediaan, absorpsi, disposisinya, serta pengaruh interaksi faktor-faktor tersebut pada kerja awal, intensitas dan lama khasiatnya.
  9. Mampuan mengulas publikasi ilmiah, membuat ringkasan, interpretasi data dan menarik kesimpulan serta mengambil manfaat praktis dalam hubungannya dengan penggunaan klinis sediaan farmasi.
  10.  Kemampuan bertindak secara bertanggung jawab dalam lingkungan masyarakat.

Mahasiswa yang telah menyelesaikan program ini diharapkan memiliki:

  1. Kemampuan untuk membantu mengenali, mengamati, melakukan pendekatan, dan pemecahan masalah dalam bidang ilmu kefarmasian.
  2. Pengetahuan yang cukup untuk membantu mengembangkan kreatifitas dan kemampuan inovatif ilmiahnya dalam penelitian.
  3. Dasar yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
  4. Kemampuan membantu mengadakan, mengembangkan, menyediakan,  dan mengendalikan mutu sediaan farmasi serta memahami manfaat klinisnya.
  5. Kemampuan membantu menganalisis, memeriksa kemurnian dan menetapkan kadar obat yang digunakan dalam dispensing.
  6. Kemampuan membantu mengidentifikasi dan menganalisis makanan dan bahan beracun.
  7. Keahlian tentang stabilitas sediaan farmasi dan persyaratan penyimpanannya.
  8. Disamping itu juga memahami cara pemberian, pelepasan zat aktif dari sediaan, absorpsi, disposisinya, serta pengaruh interaksi faktor-faktor tersebut pada kerja awal, intensitas, dan lama khasiatnya.
  9. Kemampuan mengulas publikasi ilmiah, membuat ringkasan, interpretasi data, dan menarik kesimpulan serta mengambil manfaat  praktis dalam hubungannya dengan penggunaan klinis sediaan farmasi.
  10. Kemampuan bertindak dan bertanggung jawab dalam lingkungan masyarakat.