Peraturan


 

 PERATURAN AKADEMIK

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1 

Dalam Peraturan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang ini yang dimaksud dengan:

  1. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang  yang selanjutnya disebut STIFI BP adalah Perguruan Tinggi Swasta Badan Hukum.
  2. Ketua adalah Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang.
  3. Wakil Ketua I adalah Wakil Ketua STIFI BP yang membidangi urusan Akademik STIFI BP.
  4. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang yang selanjutnya disebut mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang Pendidikan Tinggi di STIFI BP.
  5. Mahasiswa baru adalah mahasiswa yang diterima melalui penerimaan yang diselenggarakan oleh STIFI BP.
  6. Mahasiswa baru Program Sarjana adalah mahasiswa yang diterima untuk mengikuti pendidikan pada Program Sarjana di STIFI BP.
  7. Wali akademik adalah dosen STIFI BP yang ditunjuk oleh Dekan berdasarkan usulan dari Ketua Program Studi terkait.
  8. Perwalian Akademik adalah kegiatan tatap muka antara wali akademik dengan mahasiswa dalam mengatur strategi pengambilan mata kuliah berdasarkan kurikulum yang berlaku dengan mempertimbangkan kemampuan dan prestasi akademik mahasiswa.
  9. Pengawas ujian adalah seorang yang ditugaskan untuk melaksanakan pengawasan ujian di suatu ruang ujian.
  10. Kegiatan akademik adalah semua kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa untuk memenuhi syarat kelulusan dari suatu program pendidikan.
  11. Kartu Hasil Studi adalah laporan lengkap seluruh rekaman nilai mata kuliah yang diperoleh seorang mahasiswa selama kuliah di STIFI BP yang disusun berdasarkan urutan pengambilan pada setiap semester.
  12. Laporan Kemajuan Akademik adalah rekaman jumlah kredit dan nilai terakhir seluruh mata kuliah yang diperoleh seorang mahasiswa selama kuliah di STIFI BP.
  13. Transkrip Akademik adalah rekaman lengkap jumlah kredit dan nilai terakhir seluruh mata kuliah yang disyaratkan kurikulum masing-masing program studi yang diperoleh seorang mahasiswa selama kuliah di STIFI BP.
  14. Semester antara adalah semester tambahan yang tidak harus diikuti oleh seluruh mahasiswa.

 

BAB II

PROGRAM PENDIDIKAN

 

Bagian Kesatu

Jenis Program Pendidikan

Pasal 2 

(1)  Pendidikan Akademik di STIFI BP terdiri dari dua jenjang atau strata, yaitu:

      a. program 4 (empat) tahun untuk strata-1 (S1) yang memberikan gelar sarjana farmasi,

      b. program 3 (tiga) tahun untuk diploma-3 (D3) yang memberikan gelar ahli madya farmasi.

(2)  Pendidikan Sarjana suatu program studi mencakup dasar ilmu pengetahuan yang diberikan oleh program studi tersebut, yang merupakan dasar untuk segera terjun ke dunia kerja selaku subjek dalam kegiatan ekonomi dan masyarakat, atau pun untuk mengikuti pendidikan lanjut. Dengan bekal dasar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, lulusan pendidikan sarjana ini harus mampu mengamati, mengenali, dan melakukan pendekatan pemecahan masalah di bidang ilmunya secara ilmiah dan penuh prakarsa, mampu menerapkan ilmunya, serta siap menghadapi perubahan dan mengikuti perkembangan.

(3) Pendidikan Diploma suatu program studi mencakup dasar ilmu pengetahuan yang diberikan oleh program studi tersebut, yang merupakan dasar untuk segera terjun ke dunia kerja selaku subjek dalam kegiatan ekonomi dan masyarakat, atau pun untuk mengikuti pendidikan lanjut. Dengan bekal dasar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, lulusan pendidikan sarjana ini harus mampu mengamati, mengenali, dan melakukan pendekatan pemecahan masalah di bidang ilmunya secara ilmiah dan penuh prakarsa, mampu menerapkan ilmunya, serta siap menghadapi perubahan dan mengikuti perkembangan. ilmiah yang mencerminkan keahlian khususnya dan memberikan sumbangan orisinil kepada bidang ilmunya.

 

 

Bagian Kedua

Kurikulum

Pasal 3 

 

(1)   Kurikulum program pendidikan di STIFI BP disusun berdasarkan visi dan misi STIFI BP guna menghasilkan lulusan yang berkompetensi tinggi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(2)   Kurikulum suatu program studi mencakup suatu kesatuan susunan mata kuliah untuk semua tingkat dalam program studi yang disusun secara terintegrasi untuk memungkinkan mahasiswa memperoleh capaian (outcome) lulusan yang ditetapkan untuk program studi tersebut.

(3)   Susunan mata kuliah disesuaikan dengan perkembangan pemahaman mahasiswa dalam bidang ilmu terkait. Masing-masing mata kuliah mempunyai silabus dan beban SKS (Satuan Kredit Semester) tertentu serta memiliki portofolio proses pembelajarannya, untuk dapat dilaksanakan menurut sistem semester.

(4)   Kurikulum memberikan ciri spesifik suatu program studi dan memberikan gambaran yang lengkap mengenai materi, persyaratan, dan  panduan umum dalam melaksanakan proses pendidikan.

 

 

Bagian Ketiga

Semester Reguler

Pasal 4

 

(1) Penyelenggaraan program pendidikan di STIFI BP menganut sistem semester.

(2) Satu tahun akademik terdiri atas 2 (dua) semester reguler, yaitu 1 (satu) semester ganjil dan 1 (satu) semester genap yang masing-masing terdiri atas kegiatan akademik selama 16 (enam belas) minggu.

(3) Kegiatan 16 (enam belas) minggu waktu perkuliahan meliputi kegiatan kuliah minimal selama 14 (empat belas) minggu dan kegiatan ujian selama 2 (dua) minggu.

(4) Semester ganjil dimulai pada bulan Agustus – Januari tahun berikutnya

(5) Semester genap berlangsung pada bulan Februari – Juli

 

Bagian Keempat

Semester Pendek

Pasal 5 

 

(1)  Kegiatan akademik pada semester antara ditentukan oleh program studi terkait atas dasar kebijakan Institusi, kesediaan dosen pengajar, dan ketersediaan fasilitas.

(2)  Kegiatan perkuliahan untuk 1 (satu) semester antara adalah kegiatan akademik yang setara dengan kegiatan 1 (satu) semester reguler, tetapi dilaksanakan selama 8 (delapan) minggu, termasuk proses perkuliahan, evaluasi, dan praktikum.

 

Bagian Kelima

Satuan Kredit Semester

Pasal 6 

 

(1)  Tolok ukur beban akademik mahasiswa adalah SKS (Satuan Kredit Semester).

(2)  Satu SKS beban akademik mahasiswa setara dengan 170 menit seminggu  dalam 1 semester reguler yang meliputi :

  1. 50 menit kegiatan interaksi akademik dengan staf pengajar yang terjadwal berupa kegiatan tatap muka di kelas
  2. 1 jam kegiatan terstruktur seperti menyelesaikan tugas, menyelesaikan soal, membuat makalah,menelusuri pustaka
  3. 1 jam kegiatan mandiri seperti membaca buku referensi

(3)  Satu sks untuk beban akademik berupa mata kuliah praktikum, tugas akhir, kerja lapangan dan mata kuliah sejenis setara dengan kerja akademik mahasiswa 170 menit seminggu dalam 1 semester

(4)  Ketentuan dan pelaksanaan kuliah yang dilengkapi dengan praktikum diatur oleh program studi masing-masing.

 

Bagian Keenam Beban SKS

Pasal 7 

 

(1)  Beban SKS setiap program pendidikan ditentukan dalam kurikulum yang berlaku. Jika tidak ada ketentuan lain dalam kurikulum, maka beban SKS untuk setiap program pendidikan tercantum dalam ayat (2) sampai dengan ayat (5) pasal ini.

(2)  Pendidikan Program Sarjana di STIFI BP mempunyai beban 144 (seratus empat puluh empat) SKS.

(3)  Pendidikan Program Ahli Madya di STIFI BP mempunyai beban 115 (seratus lima belas) SKS

(4)  Mata kuliah yang pernah diambil oleh mahasiswa di perguruan tinggi/universitas lain dapat diakui menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan kurikulum sebagaimana disebutkan dalam ayat (2) hingga (5) pasal ini jika disetujui oleh Ketua Program studi terkait dan ditetapkan dalam keputusan Ketua Program Studi tersebut.

 

Bagian Ketujuh

Pengambilan Kuliah

Pasal 8 

 

(1)  Semua mata kuliah wajib dan sejumlah mata kuliah pilihan dalam kurikulum harus diselesaikan oleh mahasiswa secara berurutan sesuai dengan ketentuan kurikulum.

(2)  Dalam merencanakan pengambilan kuliah di program studinya, mahasiswa diharuskan mengambil semua mata kuliah wajib dan sejumlah mata kuliah pilihan sesuai dengan Pasal 22 Peraturan ini.

(3)  Mahasiswa diizinkan untuk mengambil mata kuliah melebihi jumlah keseluruhan yang diwajibkan, dan pelaksanaannya mengacu pada ketentuan dalam kurikulum program studinya.

(4) Pada setiap semester, mahasiswa diwajibkan untuk mengambil mata kuliah sesuai urutannya dalam kurikulum, yaitu mendahulukan pengambilan mata kuliah pada tahap dan tahun yang lebih rendah dan mata kuliah yang menjadi prasyarat.

Untuk melihat peraturan lebih lanjut silahkan download file ini.