Sejarah


 

1.1   SEJARAH SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI BHAKTI PERTIWI

       Perencanaan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang telah dimulai bulan Desember 2000 yang diprakarsai oleh Drs.Noprizon, Apoteker di bantu oleh Dra. Budi Untari, M.Si, Apoteker serta dorongan teman sejawat apoteker di Institut Teknologi Bandung dan Universitas Ahmad Yani (UNJANI) Bandung. Perencanaan pendirian ini diilhami dengan kenyataan bahwa Sumatera Selatan yang merupakan daerah kaya dengan  sumber daya alam baik di hutan, maupun perairan sangat memerlukan tenaga yang terampil untuk memanfaatkan dan mengelola hasil alam menjadi produk yang berguna bagi masyarakat seperti obat dan kosmetika. Cagar alam untuk tanaman obat yang saat ini spesiesnya banyak yang hampir punah serta Kota Palembang sebagai pusat perdagangan dan industri, sudah selayaknya mempunyai pendidikan tinggi farmasi strata-1. Terasa sangat kurangnya sumber daya manusia dari sarjana farmasi ini dapat dilihat dari institusi yang umumnya sarjana farmasi di adopsi dari provinsi lain, misalnya penempatan di pemerintahan (Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Gudang Farmasi Kabupaten/Kota, Balai POM, Rumah Sakit Umum Provinsi, Rumah Sakit Umum Kabupaten/Kota, Pabrik Obat Moderen dan Tradisional), Balai Penelitian, BUMN ( PT.Pusri, PT.Pertamina, PT.PLN, PT.Semen Batu Raja, PT.Tambang Batu Bara Bukit Asam dll), Perguruan Tinggi, Apotek dan Distributor Obat.

       Setelah melalui beberapa tahap pengurusan perizinan, yaitu rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, Departemen Kesehatan RI maka dikeluarkan Surat Keputusan MENDIKNAS No.139/D/O/2002, tanggal 8 Juli 2002 tentang pendirian   Sekolah   Tinggi    Ilmu  Farmasi  Bhakti Pertiwi  di  bawah  naungan Yayasan Notari Bhakti Pertiwi dengan program studi Sarjana Farmasi/ apoteker dan Ahlimadya Farmasi (D III).       

       Pada angkatan pertama tahun ajaran 2002/2003 telah diadakan penerimaan mahasiswa baru dengan jumlah mahasiswa 50 orang.  Untuk menjadikan perguruan tinggi ini berkualitas seperti halnya perguruan tinggi lain yang telah lebih dahulu berdiri, pada tangga 23 Juli 2003 telah dilakukan kerjasama antara Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi dengan Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Andalas Padang yang terakreditasi A**** ( A Plus empat ), yang sekarang telah berubah menjadi Fakultas Farmasi.

       Untuk tenaga pengajar telah diangkat dosen tetap dengan pendidikan S1 dan S2. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kualifikasi dosen tetap STIFI Bhakti Pertiwi yang masih berpendidikan S1 telah dikirim ke Institut Teknologi Bandung, Universitas Andalas dan Universitas Sriwijaya untuk melanjutkan pendidikan ke S2 yang pada saat ini telah beberapa orang dosen tetap yang menyelesaikan pendidikan S2. Pada proses pembelajaran dosen tetap dibantu dosen luar biasa dari Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang dengan pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar (Profesor). Tahun ajaran 2005 telah pula diterima  dosen tetap yang diperbantukan dari Kopertis Wilayah II sebanyak 6 orang.

       Pada tahun 2008 Program Diploma III Farmasi mendapat sertifikat Terakreditasi oleh Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI  (Pusdiknakes Depkes RI) dengan No. HK.00.04.4.3.2.02168 tertanggal 25 Nopember 2008. Dan pada tahun 2010 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi memberikan status Terakreditasi untuk Program Sarjana Farmasi (S-1 Farmasi) berdasarkan SK BAN PT No. 004/BAN-PT/ Ak-XIII/V/2010 tertanggal 27 Mei 2010. Kemudian di tahun 2012 Program Diploma III Farmasi kembali mendapatkan predikat Terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi berdasarkan SK BAN PT No. No. 029/BAN-PT/ Ak-XII/Dipl III/XII2012 tertanggal 6 Desember 2012.

       Saat ini, peningkatan kualitas dan kuantitas dosen tetap STIFI Bhakti Pertiwi berlangsung secara signifikan dengan jumlah 31 dosen dan calon dosen tetap.  9 orang diantaranya telah tersertifikasi secara nasional sebagai pendidik profesional sesuai bidang keilmuan masing-masing, 3 orang dosen juga sedang menempuh pendidikan doktoral dan jumlah total dosen berpendidikan S2 28 orang dan sisanya sedang menempuh pendidikan S2 pada sejumlah universitas terbaik di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Pancasila.

1.2   Perkembangan Pembangunan  Sarana Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi.

       Di awal pendiriannya Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi, untuk menunjang kegiatan perkuliahan dan praktikum dilaksanakan pada gedung yang berbentuk ruko yang beralamat di Jalan Jl.KH.Wahid Hasyim No.158, I Ulu Palembang. Selama menempati perkuliahan tersebut Yayasan Notari Bhakti Pertiwi berusaha untuk mencari lokasi pembangunan kampus yang mudah diakses dari semua arah di kota Palembang.Lima tahun kemudian tepat di tahun 2007 Sekolah Tinggi ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi telah mulai menempati lokasi baru tepatnya di jalan Ariodillah III, No22A Palembang.

       Dari tahun ke tahun Yayasan Notari Bhakti Pertiwi berusaha dengan semua kemampuan dan dukungan terutama dari civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi untuk melakukan pembangunan baik sarana maupuan prasarana yang dapat menunjang kegiatan akademik.Sampai saat ini Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiw telah memilik tiga buah gedung utama  yang semuanya digunakan untuk kegiatan akademik yang meliputi perkuliah dan praktikum maupun kegiatan penunjang akademik seperti kegiatan kemahasiswaan dan lain-lain.